Sahabat Lingkungan Kalimantan Barat merupakan organisasi yang menghimpun kaum muda baik itu pelajar maupun mahasiswa yang berkeinginan menjaga dan melestarikan lingkungan. Mengapa dia Salak?? Itu dikarenakan Salak adalah buah yang jika dilihat dari kulit luarnya itu yang berduri sehingga diharapkan bagi anggota Salak itu meskipun kecil tetapi dapat memberikan kritik – kritik yang cukup membuat telinga yang di kritik akan merasa pedas, sedangkan isi salak itu putih dan manis yang menggambarkan bahwa Salak itu selalu bersikap baik atau manis kepada siapa saja, sedangkan biji dari buah salak itu keras yang melambangkan bahwa para anggota Salak berkomitmen keras dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.
Kemarin tepat pukul 17.30 sore Sahabat Lingkungan Kalimantan Barat menggelar nonton bareng dan diskusi film lingkungan yang diawali dengan kata pengantar dari mc dan dilanjutkan pidato singkat dari ketua panitia Salak Kalbar, dalam sambutannya Pembina Sahabat Lingkungan Kalimantan Barat Herman Suparman mengatakan bahwa acara nonton bareng dan diskusi itu merupakan satu dari beberapa rangkaian peringatan hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2011, adapun rangkaian kegiatan itu meliputi, Kemah Kampung Pengungsi Perubahan Iklim, menanam pohon dilingkungan Untan, aksi bersama menolak pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dan rangkaian yang terakhir adalah dialog public yang bertemakan “ Perempuan, lingkungan dan perubahan iklim” demikian tutur beliau yang biasa disapa bang Man ini.
Nonton bareng film lingkungan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Biologi Untan, Gerakan Pramuka SMAN1 Ambawang, dan perwakilan dari Komunitas Kotaku yang diwakili oleh Bung Eko. para peserta ini terlihat begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat pada saat diskusi yang membahas tentang isi film yang telah diputar, mereka terlihat bersemangat dalam memberikan ide – ide cemerlang. Tepat pukul 21.15 kegiatan pembuka dalam rangkaian peringatan hari bumi ini pun selesai.